Cha3bby’s Blog

April 20, 2009

Difference of Building

Filed under: Uncategorized — cha3bby @ 8:59 am

Jebolnya tanggul/waduk Situ Gintung, atau lebih sering disebut Situ Gintung, betul-betul menghentak kita semua…..korban jiwa yang mencapai bilangan ratus, sementara yang hilang juga masih belum jelas juntrungannya…belum lagi yang merugi harta bendanya, total diperkirakan miliaran rupiah. Itu yang masih bisa dibilang kerugian tangible, artinya bisa dikuantifikasi, sementara kerugian yang intangible alias yang tidak bisa dikuantifikasi lebih susah lagi diprediksi. Trauma kejiwaan, kehilangan sanak saudara, keluarga, suami, istri, anak, dsb….

Yang lebih hebat lagi, para seleb politik negeri ini saling berlomba mejeng at the first place, sambil disorot camera TV, bendera parpol berkibar lebih cepat daripada team SAR yang turun mencari korban, dan yang paling parah adalah para petinggi yang tidak tahu diri saling tuding, berlomba ‘buang badan’ (itu istilah Medan, bung!), saling menyalahkan, berlomba lari menyelamatkan diri….

Dari Pak KuMon Gubernur Jakarta, kemudian ada Gubernur Banten yang penampilan laksana bintang film, make-up ndemblok plus alis njeplak, dan mantan seleb Rano Karno, kemudian ada lagi para petinggi Departemen Pekerjaan Umum, yang saling lempar, saling tuding…yang satu bilang tanggungjawab daerah, yang lain bilang tanggungjawab pemerintah pusat, yang satu lagi bilang tanggunjawab provinsi itu, yang lain lagi bilang itu tanggungjawab provinsi yang lain lagi….

Sungguh hebat, mentalitas para pejabat dan petinggi negeri ini sekarang…..

Pokok’e yang salah alam, yang salah hujan deras, yang salah hujan melebihi batas normal (normalnya hujan itu gimana ya?), yang salah masyarakat yang menempati dan membangun rumah di dekat tanggul, yang salah kenapa masyarakat tidak bangun waktu hujan deras mengguyur….sekali lagi pokok’e pejabat n petinggi negeri ini tidak pernah, tidak bisa dan tidak boleh salah!! Untuk mereka ada 3 peraturan: pertama: pejabat tidak pernah, tidak bisa dan tidak boleh SALAH, kedua: kalau ada yang salah lihat peraturan nomer satu, ketiga: kalau masih ada yang salah, yang melihat buta dan ngeyel, wong sudah dikasih tahu peraturan nomer 1 dan 2….

Tanggul Situ

Disarikan dan diringkas dari Koran Tempo beberapa informasi di bawah ini…

Di Jakarta

Inventarisasi per 2007:

* Jakarta Pusat 3 situ
* Jakarta Utara 12 situ
* Jakarta Selatan 7 situ
* Jakarta Barat 2 situ
* Jakarta Timur 16 situ

Kondisi, kejelasan, status dan keadaan situ-situ ini sampai dengan tulisan ini ditulis tidak diketahui secara pasti. Setahu saya, sudah ada beberapa yang tidak jelas kondisinya.

Di Bekasi

Tercatat ada 18 situ, yang terbagi menjadi milik perorangan, milik yayasan, milik developer dan milik negara. Terbagi menjadi:

Milik Perorangan:

* Situ Purigading, luas 5 ha, berubah jadi kebun.
* Situ Pengasinan, luas 0.5 ha, berubah menjadi kolam ikan dan lahan kosong.
* Situ PHP Narogong, luas 2 ha, berubah menjadi kebun dan lahan kosong.
* Situ Jati Mulya, luas 0.5 ha, berubah jadi kebun.
* Situ Cipendawa, luas 60 ha, berubah jadi kebun dan lahan kosong.
* Situ Taman Permata Cikunir, luas 2 ha.
* Situ Jatibening 2, luas 6 ha.
* Situ Harapan Regensi, luas 0.5 ha.
* Situ Uwong, luas 17.5 ha.

Milik Yayasan:

* Situ Rawa Lele, luas 4 ha, milik Yayasan Taman Mini Indonesia.
* Situ Kodam Jaya, luas 1.5 ha, milik Yayasan Komando Militer.

Milik Pengembang: Situ Bumi Bekasi 3, luas 20 ha, dalam rencana pengembangan pemukiman.

Milik Negara:

* Situ Jatibening, luas 3.7 ha.
* Situ Rawa Gede, luas 7.8 ha.
* Situ Rawa Lumbu Hulu, luas 0.7 ha.
* Situ Rawa Pulo, luas 6 ha.
* Situ Bendungan Cikeas, luas 7 ha.

Di Tangerang

Ada 6 situ yang terancam:

* Situ Kunciran (Kecamatan Pinang), menyusut dari 3 ha menjadi 200 m2.
* Situ Bojong (Kecamatan Pinang), menyusut dari 6 ha menjadi 200 m2.
* Situ Bulakan (Kecamatan Periuk), menyusut 50% dari 30 ha, menjadi 15 ha, itupun dipenuhi enceng gondok, dan sebagian berubah menjadi jalan.
* Situ Cangkring (Kecamatan Periuk), menyusut dari 6 ha menjadi 5.2 ha.
* Situ Gede (Kecamatan Tangerang), menyusut dari 6.8 ha menjadi 1.8 ha. Salah satu developer menjadikannya sebagai pemancingan dan penghias mall.
* Situ Cipondoh (Kecamatan Cipondoh), menyusut dari 142 ha menjadi 126 ha. Inilah satu-satunya situ yang masih pantas dilihat, dinikmati keindahannya dan masih pantas disebut dengan situ. Dijadikan masyarakat sebagai tempat wisata, dan masih menjadi sengketa antara provinsi Jawa Barat dan Banten.

Beberapa fakta ‘ajaib’ mengenai situ-situ tsb:

* Diuruk dan dijadikan tempat pemukiman.
* Tempat pemukiman tepat di bibir tanggul.
* Surat tanah yang asli dari lembaga dan instansi yang berwenang akan status kepemilikan tanah di atas situ maupun di sekitar situ yang tidak semestinya diperuntukkan untuk pembangunan pemukiman.
* Keluarnya Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari lembaga terkait atas pendirian bangunan apapun di situ ataupun sekitar situ yang tidak semestinya ada.
* Keluarnya ijin usaha, rekomendasi dari konsultan, kontraktor, dan instansi pemerintah terkait atas peruntukan situ-situ tsb untuk kepentingan komersial.
* Alokasi dana perawatan situ-situ tsb yang tidak jelas keberadaannya.
* Alur komunikasi dan alur ‘komando’ situ-situ tsb yang simpang siur tidak karuan.

Jujur saja, sewaktu saya mendengarkan berita jebolnya Situ Gintung di radio Elshinta pagi itu, saya tidak ada gambaran di mana dan seberapa besar kerusakannya….dan seketika pikiran saya melayang ke satu negeri kecil yang kiprahnya tidak kecil di ujung barat mainland Eropa, yang berhadapan dengan North Sea….

Tepat sekali, negeri yang saya ingat itu adalah Belanda! Dan pikiran saya melayang lebih jauh lagi….Afsluitdijk (Closure Dike) dan Deltawerk (Delta Work)….

Afsluitdijk

Afsluitdijk (bacanya: /af – sloet – daik/) adalah salah satu mahakarya modern Belanda, satu keping bendungan yang membentang sepanjang 32 km lurus-lempeng, menghubungkan Den Oever di Wieringen di Provinsi North Holland dan desa Zurich di Provinsi Friesland. Dengan lebar total 90 m, dan ketinggian 7.25 m dpal, sungguh merupakan pemandangan indah dan pengalaman tak terlupakan berkendara di atasnya.

Jalan Mulus Afsluitdijk & Penampang Tanggul

Afsluitdijk adalah bagian Zuiderzee Work dan merupakan satu kesatuan dari pekerjaan raksasa yang disebut dengan Delta Work. Dua mega proyek ini dipercaya merupakan salah satu keajaiban konstruksi raksasa di dunia modern ini.

Hendrik Stevin bersama dengan beberapa temannya memikirkan satu gagasan super-gila waktu itu untuk membendung Zuider Zee di abad 17. Gagasan super-gila ini tercetus karena makin menyusutnya lahan pertanian dan makin banyaknya kebocoran di sana sini bendungan-bendungan kecil yang tersebar di seluruh Belanda. Gagasan super-gila ini, sungguh sulit diwujudkan pada masa itu, mengingat keterbatasan teknologi dan keterbatasan peralatan yang sanggup untuk mewujudkan gagasan super-gila itu, terutama adalah ketersediaan dana untuk itu. Gagasan tsb untuk sementara terlupakan begitu saja.

Di tahun 1880, gagasan super-gila mengemuka lagi. Dibentuklah Zuider Zee Association di tahun 1886 untuk mewadahi kelompok insinyur dan para pengembang untuk menampung aspirasi mereka dan menggunakan organisasi baru ini untuk melakukan lobby ke pemerintah. Cornelis Lely terpilih menjadi penasehat.

Cornelis Lely

Di tahun 1891, Cornelis Lely terpilih menjadi Menteri Transportasi dan Pekerjaan Umum dan di tahun yang sama, beliau menuntaskan rencana yang sempat terbengkalai itu. Rencana super-gila untuk mengeringkan Zuider Zee ini masih tidak jalan karena tingginya biaya dan hitung-hitungan pemerintah waktu itu akan manfaatnya belum dirasa begitu perlu.

Rancangan Awal Afsluitdijk

Namun demikian, tahun 1913, Ratu Belanda memutuskan untuk mulai menjalankan rencana super-gila itu. Tapi di tahun 1914 PD 1 pecah, dan rencana pelaksanaan itu tertunda lagi. Tapi satu hal yang dipelajari dari PD 1 adalah pentingnya supply makanan pokok yang dicukupi dari tanah-tanah pertanian yang terbatas. Pelabuhan-pelabuhan di Belanda sangat rentan menjadi sasaran utama dalam situasi perang, sehingga alur distribusi bahan pangan bisa terputus total.

Tahun 1916 banjir besar melanda Belanda. Banjir yang disebabkan karena gelombang laut makin menguatkan tekad orang Belanda untuk segera melaksanakan rencana lama yang tertunda itu. Pembicaraan terus berlangsung, dan di tahun 1918 Parlemen Belanda meloloskan rencana pembangunan ini, di tahun 1920 dimulailah pembangunan ambisius untuk ‘menguras dan mengeringkan’ laut ini.

Ijselmeer (Danau Ijsel) terbentuk dari yang tadinya air asin, karena dibendung oleh Afsluitdijk, dalam tempo tidak terlalu lama, terbentuklah perairan baru air tawar, yaitu Ijselmeer. Yang lebih mengagumkan adalah dalam tempo hanya sekitar 50 tahun, terbentuklah biota baru di sana. Mulai dari ikan, tumbuhan dan spesies air lainnya, hanya bisa kita temukan di Ijselmeer dan tidak di belahan manapun di bumi ini.

Flevoland adalah salah satu provinsi yang sangat diuntungkan dengan pembangunan Afsluitdijk ini. Dengan terbentuknya tanah-tanah pertanian baru, yang terbentuk dari keringnya laut, bukan menguruk laut, makin bertambah lahan pertanian yang bisa dibuka dan dikelola. Menurut teman di Zeewolde, lahan-lahan pertanian baru itu, tidak bisa dikelola sama sekali selama kurang lebih 50 tahun sejak Afsluitdijk selesai dibangun. Lahan-lahan baru tsb ditanami dengan tanaman khusus untuk menghisap dan mengeringkan air sampai ke kedalaman tertentu. Bentuk tanaman itu seperti alang-alang yang panjang dan kuat sekali, konon akarnya memiliki daya hisap air yang luar biasa.

Setelah kering betul, barulah lahan-lahan bentukan baru, dikelola dengan baik dan benar. Menyeimbangkan pH tanah, memupuk dan mengolah tanah-tanah tsb menjadi pekerjaan masif yang luar biasa. Hasilnya bisa dilihat sekarang, bahwa kebanyakan tanah pertanian di Provinsi Flevoland dulunya adalah laut, di mana bisa dilihat buktinya, kadang di tengah lahan kentang, di sela-sela tanaman gandum, di sela-sela tanah, terselip kulit kerang, tulang ikan bahkan di beberapa tempat ditemukan fosil juga.

Delta Works

Suatu pekerjaan mahakarya konstruksi modern yang jauh lebih besar dan lebih masif daripada ‘hanya sekedar’ Afsluitdijk, dibangun berturut dan berseri dari tahun 1950’an sampai dengan 1997 dan masih dilanjutkan lagi karena situasi terakhir pemanasan global dan naiknya permukaan air laut.

Ancaman banjir di Balanda ada 2, yaitu dari laut dan dari sungai, sehingga perlu dicermati dan dicegah sejak dini. Terlebih lagi, banyak wilayah di Belanda yang terletak di bawah permukaan laut.

Secara kronologis, konstruksi Delta Works dapat kita lihat:

* Brielsegatdam (1950)
* Stormvloedkering Hollandse Ijssel (1958)
* Zandkreekdam (1960)
* Veersegatdam (1961)
* Grevelingendam (1965)
* Volkerakdam (1969)
* Haringvliet sluices (1971)
* Brouwerdam (1971)
* Markiezaatskade (1983)
* Eastern Scheldt Storm Surge Barrier (1986)
* Oesterdam (1987)
* Philipsdam (1987)
* Spuisluis (1987)
* Hartelkering (1997)
* Maeslantkering (1997)

Sementara itu, karena naiknya permukaan laut akibat pemanasan global, ditengarai ada 10 titik yang lemah. Oleh karena itu, upgrade dilakukan bertahap dan diperkirakan akan selesai tahun 2015, sementara upgrade bendungan sungai akan selesai tahun 2017.

Dari keseluruhan bendungan atau dam itu, yang terpenting adalah yang disebut dengan “dyke ring area” yaitu yang terletak di sekitar South Holland. Rancangan awal dari komisi pembangunan Delta Works ini adalah ratio kegagalan 1 dalam 125.000 tahun, sekali lagi, anda tidak salah baca, dirancang untuk jebol 1 kali dalam 125.000 tahun…..

Tapi karena perhitungan biaya pembangunan yang luar biasa, akhirnya standard tsb diturunkan menjadi:

* North and South Holland 1 per 10.000 tahun
* Di titik lain 1 per 4.000 tahun
* Daerah transisi dari dataran yang lebih rendah ke yang lebih tinggi 1 per 2.000 tahun
* Bendungan sungai di South Holland 1 per 1.250 tahun
* Titik bendungan sungai yang lain 1 per 250 tahun

Dengan total panjang 16.500 km, yang terdiri dari 2.420 km bendungan utama dan 14.080 km bendungan sekunder, jumlah total 300 struktur raksasa; tidak diragukan lagi merupakan satu keajaiban dunia modern dalam bidang konstruksi dan teknik sipil.

Kesimpulan

* Kalau Sana merancang waduk sedikitnya dirancang untuk gagal atau jebol 1 per 250 tahun, ini yang paling singkat……
* Kalau Situ Gintung persis seperti bajaj (hanya Tuhan yang tahu kapan mau belok), mau jebol, mau banjir, mau brodol, hanya Tuhan yang tahu…
* Situ memang TIDAK PERNAH belajar dari Sana (Belanda)…..

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: